Selasa, 15 Juli 2014

Alasan Kenapa Jangan Kasih Surprise di Hari Ultah

Gampang Ketebak

Namanya juga hari spesial, jadi bakal banyak surprise. Tapi itu sekaligus bikin kejutan lo jadi gampang ketebak sama yang ultah. Ya, walaupun dia nggak tahu lo bakal ngasih surprise apa, minimal dalem hatinya dia udah geer dan bilang kayak gini, “Ah hari ini kan gue ultah, pasti bakal banyak yang kasih surprise deh.” Tapi jgn sampe kegeeran gan 
Terancam Gagal

Kalo lo terkenal suka ngasih surprise yang sadistis, kemungkinan kedua adalah kejutan yang udah lo rencanain itu bakal terancam gagal. Dia udah tahu kalo lo bakal nyeplokin dia telor, minyak jelanta bekas gorengan, kecap asin, sambel terasi, sama cuka di hari ulang tahunnya. Makanya dia milih menghindari lo dengan nggak masuk kuliah, bolos sekolah, nggak mau diajak ketemuan, terus pergi ke Timbuktu buat beberapa waktu sampe kondisi bener-bener aman.
Kagetnya Dibuat-buat

Gara-gara udah pasti bakal ada surprise di hari itu, dia pun itu udah nggak kaget-kaget banget sama semua kejutan yang dikasih. Ya kalo pun dia kaget, tapi kagetnya kayak dibuat-buat gitu loh. Nggak tulus kayak di sinetron. Di depan bilang “Wow aku kaget” tapi dalem hati, “tuh kan gue bilang juga apa. Dikasih surprise kan.”
Persaingan Ketat

Kasih surprise di hari ultah juga rentan banget sama persaingan. Apalagi kalo temen/pacar lo itu orang yang beken banget. Semua temen-temennya pasti bakal berebut ngasih surprise yang spesial dan bisa jadi lo bakal kalah saingan. Kalo pun mau menang, lo butuh usaha dan modal mati-matian buat bikin sesuatu yang spesial.
Bikin Lo Bingung

Misalnya lo udah temenan atau pacaran sama dia dari bayi.Terus tiap tahun lo selalu ngasih surprise di hari ultahnya. Kejutan lo bakal nggak jadi spesial lagi di matanya. Abis udah puluhan kali ngasih kejutan. Terus lonya juga udah bingung gitu mau ngasih apa lagi. Sedangkan dia malah makin geer dan makin ngarep sama kejutan yang lo kasih selanjutnya. “Wah kalo tahun kemaren gue dikasih sepatu, pasti tahun ini juga sepatu deh, tapi sepatu Robocop.”

Tarif BBM di Indonesia dari Zaman ke Zaman

Presiden Soeharto
1991: Rp 150 naik jadi Rp 550
1993: Rp 550 naik jadi Rp 700
1998: Rp 700 naik jadi Rp 1.200

Presiden BJ Habibie
1998: Rp 1.200 turun ke Rp 1.000

Presiden Abdurrahman Wahid
1999: Rp 1.000 turun jadi Rp 600
2000: Rp 600 naik ke Rp 1.150
2001: Rp 1.150 naik ke Rp 1.450

Presiden Megawati Soekarnoputri
2002: Rp 1.450 naik jadi Rp 1.550
2003: Rp 1.500 naik jadi Rp 1.810

Presiden SBY
2005: Rp 1.810 naik jadi Rp 2.400
2005: Rp 2.400 naik jadi Rp 4.500
2008: Rp 4.500 naik jadi Rp 6.000
2008: Rp 6.000 turun ke Rp 5.500
2008: Rp 5.500 turun ke Rp 5.000
2009: Rp 5.000 turun ke Rp 4.500
2013: Rp 4.500 naik ke Rp 6500

Sebuah Permainan Hantu Bayi Biru

Untuk memainkan sebuah permainan dari Bayi biru, kalian harus pergi ke kamar mandi, matikan lampu dan kuncilah pintu kamar mandi. Kemudian kalian harus menatap ke sebuah cermin di kamar mandi, kemudian posisikan kedua tangan kalian seperti posisi menimang sosok bayi, dalam posisi menimang kalian harus berkata "Bayi biru, Bayi biru" sebut berulang-ulang sampai 13 kali dan jangan sampai kalian salah, baik dalam penyebutan kata maupun jumlah bayi biru yang kalian sebut. Jika kalian melakukannya dengan benar, maka tiba-tiba kalian akan merasakan sesuatu yang berat di kedua tangan anda dan itu adalah sesosok bayi dan terlihat di tangan kalian.

Setelah itu kalian harus cepat menaruh bayi itu ke dalam sebuah toilet tanpa harus melihat rupa bayi tersebut, kemudian siramlah dengan air ke dalam toilet dan setelah itu kalian harus cepat berlari keluar dari kamar mandi. Jika kalian tidak melakukannya dengan cepat, maka kalian akan bertemu dengan seorang wanita yang sangat mengerikan yang muncul di dalam cermin. Dia akan berteriak dengan keras "Cepat Kembalikan ANAKKU!". Jika kalian masih memegang bayi tersebut, maka bayi itu akan membunuh kalian.
Ada sebuah kisah, dimana ada sekelompok gadis yang memutuskan untuk mencoba permainan ini. Mereka sungguh tidak percaya permainan itu akan berhasil, sehingga mereka mencoba salah satu dari teman mereka yang bernama Laura ke dalam kamar mandi sendiri.
Kemudian dalam keadaan sendiri di kamar mandi, Laura mulai mematikan lampu dan menutup pintu kamar mandi. Kemudian Laura menjulurkan kedua tanganya dalam keadaan posisi menimang dan dia mulai meneriakkan kalimat "Bayi Biru, Bayi Biru". Setelah itu, sosok bayi tiba-tiba muncul di tanganya. Laura sangat takut dan dia bingung apa yang harus dilakukanya. Saat itu, dia ingin menjatuhkan bayi itu dari kedua tanganya, tetapi dia takut apa yang akan terjadi setelah ia menjatuhkanya.
Dia hanya berdiri sambil memegang bayi, kemudian dia mulai merasakan bayi itu sangat berat dan lebih berat. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang mengerikan di cermin kamar mandi, dia melihat ada seorang wanita yang mencoba ingin keluar dari dalam cermin dan dia langsung berteriak ketakutan. Kemudian teman-teman Laura mendengar teriakannya dari dalam, mereka berusaha membuka pintu kamar mandi, tapi itu terkunci dari dalam. Akhirnya, mereka berlari ke rumah tetangga untuk mendapatkan bantuan. Setelah mendapat bantuan, mereka mendobrak pintu dengan paksa, apa yang mereka temukan setelah mereka mendobrak pintu kamar mandi? Mereka menemukan pemandangan yang sangat mengerikan, dimana Laura sudah tergeletak tak bernyawa di lantai kamar mandi, kedua matanya berwarna merah pekat, wajahnya ketakutan hebat dan salah satu tanganya masuk ke dalam toilet.
Setelah itu mereka tidak bisa mengangkat tubuh Laura karena ada sesuatu dan tidak terlihat di dalam toilet tepat di tangan Laura, dan itu adalah sesosok tangan manusia yang berwarna putih dan berkeriput, entah tangan itu berasal dari mana? Setelah di tarik paksa tangan itu melepaskan tangan Laura, kemudian tangan itu masuk kedalam toilet.

5 Hal Yang Harusnya Gak Dibisnisin

Bisnis yang berasal dari kata bahasa Inggris Business, dari kata Busy yang berarti "sibuk" merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang mendatangkan keuntungan. Belakangan orang semakin kreatif, apapun bisa dibisnisin dan mengasilkan uang, contohnya adalah menulis 140 kata di twitter. Trus kalau keseharian kamu cuma ngupil doang lalu mendapatkan uang, maka ngupilnya kamu bisa dikategorikan sebagai bisnis. Enak banget kan?
Walaupun berbisnis itu enak karena mendatangkan uang, tetep aja ada beberapa hal yang rasanya agak kurang layak buat dibisnisin.

1. Kesehatan
Kamu tau kan buat jadi orang sehat sekarang itu mahal banget? Kamu sakit dan masuk UGD aja harus bayar uang muka dulu biar bisa ditanganin. Trus kalau kamu gak punya uang gimana? Ya udah didiemin aja palingan. Lantas muncul lah apa yang disebut sebagai asuransi kesehatan yang bisa mengatasi masalah tersebut. Tapi sekali lagi, kita harus bayar premi setiap bulannya, dan itu pun harganya gak kecil. 
Yap, kesehatan udah jadi salah satu bisnis yang sangat menggiurkan. Karena pada dasarnya orang pasti pengen tetep sehat, akhirnya orang rela ngeluarin banyak uang untuk jadi sehat. Itu kalau kamu punya uang banyak. Gimana kalau ternyata kamu orang susah? Yaudah bedoa aja seumur hidup gak pernah sakit dan gak terkena musibah.
2. Pendidikan
Siapa sih yang gak pengen dapet pendidikan? Kaskuser rasa semua orang pastinya pengen dong jadi orang yang pinter, gak main asal komentar padahal belum tau permasalahannya. Karena itulah orang-orang rela memburu pendidikan. Ngeliat gelagat ini, mulai deh tuh bisnis pendidikan rame. Ada sekolah yang pake embel-embel internasional, sekolah untuk anak-anak usia dini, les ini, les itu, dan semuanya itu harganya mahaaaaaal.
Padahal ya yang namanya pendidikan itu harusnya mah digratisin aja, mulai dari TK sampe kuliah biar negaranya maju. Ya kalaupun harus bayar, gak perlu sampe seharga jual tanah lah.
3. Pembajakan
Pembajakan aja udah salah, apalagi kalau abis itu hasil bajakanya kamu jual lagi, itu udah dobel kesalahan. Tapi kenyataannya kan banyak tuh orang yang donlot-donlot film,lagu atau software secara ilegal, trus hasil donlotannya itu kemudian di jual lagi. Ini jelas bisnis yang sebaiknya jangan diterusin sih. Kenapa? ya karena kamu udah mengambil hak orang (pembuat karya yang kamu bajak). Padahal orang tersebut buat karyanya gak gampang. Perlu ide, waktu, dan tentunya uang untuk jadiin karya tersebut. Terus pas karyanya udah jadi, kamu tinggal enak aja gitu ngambil paksa, menjualnya ke orang lain (tanpa seijin pembuat) dan mendapatkan keuntungan. Jahat banget sih kamu.
4. Lahan Kuburan
Di Jakarta itu cari tempat untuk tidur udah susah. Kalau buat tidur yang gak permanen itu harganya udah mahal banget. Nah, tempat untuk tidur yang permanen sih harusnya harganya gak mahal, tapi karena lokasinya udah semakin padat (beberapa ada yang digusur) akhirnya tempat manusia tidur untuk selamanya ini pun jadi mahal.
Melihat kondisi kayak gini, ada tuh orang yang nawarin lahan kuburan dengan ditambah fasilitas yang kece. Ya udah tentu harganya pasti mahal. Pertanyaannya, emangnya orang meninggal masih mikirin apa kuburan dia harganya berapa? Malu sama kuburan sebelah yang ternyata tanahnya made in Swiss? Kan nggak. Jadi buat apa coba lahan kuburan dijadiin bisnis?
5. Kesedihan
Mengingat jumlah orang yang merasa hatinya disakiti semakin banyak, maka kesedihan pun akhirnya menjadi bisnis yang cukup menggiurkan. Coba deh kamu peratiin balakagan lagu-lagu (terutama Indonesia) yang dirilis, temanya pasti tentang kesedihan. Mulai dari diputusin, diselingkuhin, sampai LDR.
Selain itu, televisi kita juga seneng banget tuh ngasih liat yang adegan nangis-nangis, mau apapun acaranya. Pencarian bakat nyanyi, yang dijual juga sedih-sedihan pas ada yang dieliminasi. Acara gak jelas pake hipnotis segala, ujung-ujungnya jual kesedihan juga. Akhirnya orang-orang pun mengkonsumsi kesedihan-kesedihan tersebut, yang berakibat pada kesedihan permanen. Hebatnya lagi, kesedihan ini juga lah yang dijual oleh presiden kita yang sebentar lagi mau habis masa jabatannya, SBY, lewat kata "Saya perihatin". Akhrinya, negara kita pun jadinya menyedihkan

Kontribusi Rokok untuk APBN vs Kesehatan Masyarakat

Negara Indonesia untuk tingkat global bukanlah negara yang tidak diperhitungkan dan dikenal. Terlepas dari kategori objek yang diteliti, Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang cukup sering masuk dalam peringkat-peringkat Internasional dan forum-forum Internasional. Pada era kepemimpinan Soekarno tahun 1960-an, kekuatan militer Indonesia pernah menjadi salah satu yang terkuat di dunia, yang pada saat itu negara kita mempunyai alutsista yang lengkap dan memadai. Negara Indonesia juga termasuk negara yang sumber daya alamnya sangat diakui di tingkat global. Keanggotaan Indonesia dalam forum G20, serta kehadiran Indonesia sebagai ketua ASEAN tahun 2011 merupakan prestasi yang ditunjukkan Indonesia dalam tataran global. Tapi yang perlu untuk diperhatikan, kita tidak selesai pada hal-hal positif seperti itu saja, negara Indonesia juga tidak jarang masuk dalam kategori yang cukup menurunkan martabat Indonesia, misalnya Indonesia yang merupakan salah satu negara yang jumlah penduduknya terbesar di dunia, Indonesia juga merupakan negara yang peringkat pendidikannya jauh di bawah negara-negara lain, Indonesia baru-baru ini juga termasuk dalam 10 besar terbawah dari 65 negara yang mengikuti PISA (Programme for International Student Assessment) yang diadakan setiap 3 tahun sekali terhitung sejak tahun 2000, serta mungkin sudah banyak dari kita juga yang tahu bahwa Indonesia merupakan 10 besar negara terkorup di dunia.

Dan yang cukup membuat saya kaget dan mulai berpikir ulang adalah setelah saya melihat hasil laporan WHO tahun 2008. Mungkin data ini sudah out of date, namun masih dapat dikatakan relevan untuk dijadikan acuan untuk kita berpikir ulang kembali tentang hal ini. Laporan WHO ini adalah tentang “10 negara yang jumlah perokoknya terbesar di dunia”. Dalam laporan ini, Indonesia merupakan salah satu negara yang masuk dalam kategori tersebut dan menempati peringkat ketiga negara yang jumlah perokoknya terbesar di dunia. Melihat data ini, pertama saya sangat kaget dan ini membuat saya mulai berpikir ualang tentang sumbangsih pajak dari rokok terhadap APBN negara kita Indonesia. Berikut data yang saya jadikan acuan berpikir kearah yang lebih meluas.

Daftar 10 Negara Perokok Terbesar di Dunia

China = 390 juta perokok atau 29% per penduduk
India = 144 juta perokok atau 12.5% per penduduk
Indonesia = 65 juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun)
Rusia = 61 juta perokok atau 43% per penduduk
Amerika S =58 juta perokok atau 19 % per penduduk
Jepang = 49 juta perokok atau 38% per penduduk
Brazil = 24 juta perokok atau 12.5% per penduduk
Bangladesh =23.3 juta perokok atau 23.5% per penduduk
Jerman = 22.3 juta perokok atau 27%
Turki = 21.5 juta perokok atau 30.5%

Tentang Gunung dan Laut

Aku pernah berdiri diatas puncak gunung, dengan tak ada suatu pemikiran tentang apapun yang membuatku merasa sedih. Selalu melihat kebawah melihat keindahan yang tiada tara, tak ada yang dapat menandingi keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa tersebut. Tak perlu menangis, tak perlu tertawa pada burung dan pohon-pohon yang berdiri tegak disana. Karena mereka ikut menyambutku ketika berdiri disana, karena mereka merasa tak sendiri berada disana.

Aku pernah berjalan diatas hamparan pasir dengan deruan ombak yang setiap kali menghampiri membawa hal-hal yang baru. Aku selalu melihat ke depan, dimana sang surya menampakaan keindahannya walaupun tahu bahwa dirinya akan tenggelam dan meninggalkan sebagian wilayah di bumi ini dengan keadaan gelap. Aku tak pernah melihat ikan-ikan menangis ketika terseret ombak, karena mereka akan menemui tempat baru dan hal-hal yang baru, biarpun harus meninggalkan keluarga mereka.

Tentang gunung, yang memancarkan hawa yang sejuk dengan pemandangan hijau yang menghampar keseluruh penjurunya. Para pendaki yang memiliki hati yang ramah kepada orang lain yang ditemuinya membuat raga ini menjadi hangat dan mengalahkan tusukan dinginnya malam di gunung. Tak perlu membayar, tak perlu memberi imbalan. Memang seharusnya begitu, dengan sistem yang berjalan sesuai dengan keadaannya, tanpa ada cacat sedikitpun. Walaupun ada sedikit perjuangan untuk mencapai puncaknya, tetapi semua terbayar oleh keindahannya.

Tentang laut, yang memiliki angin yang menyejukan kepala ini. Dengan ditemani oleh para nelayan yang mencari ikan tanpa merusak sistem kehidupan di laut, mereka terkadang mengucapkan rasa berterima kasih mereka kepada laut dengan cara memberi makan laut, mereka membuat sesaji berupa berbagai macam makanan manusia dan ditenggelamkan di laut. Di pantainya, para pejalan terbuai dengan indahnya matahari yang sedang tenggelam, walau tak ada  yang dapat menolong matahari tersebut. Airnya, walaupun terasa asin di mulut, tetapi para ikan tetap setia berenang disana, karena itulah para pejalan suka dengan pemandangan ikan-ikan dibawah laut dibandingkan dengan ikan di kotak kaca dengan ornamen-ornamen buatan yang seakan palsu dibuatnya.

Tentang Gunung maupun Laut, tentang air maupun sejuknya udara. Tak perlu memiliki suatu kartu keanggotaan suatu komunitas untuk dapat menikmatinya, karena semua itu tak punya garis pembatas.

Ketika Uang Tak Bisa Dimakan

Banyak orang-orang berbicara:
ketika pohon terakhir ditebang, ketika ikan terakhir dipancing, ketika ternak terakhir dipotong, maka ketika itu pula manusia akan sadar bahwa uang tak bisa dimakan
suatu kutipan yang mungkin akan menyadarkan orang betapa berharganya mahkluk ciptaan tuhan di dunia ini, tidak terkecuali manusia itu sendiri. Bagaimana sikap manusia terhadap alam, bagaimana sikap manusia terhadap Tuhannya, dan bagaimana sikap manusia terhadap manusia lainnya. 

aku sadar, bahwa kehidupan di dunia ini tak cuma melulu tentang bagaimana kita taat beribadah dengan tuhan, dan bagaimana sikap kita dengan menjaga alam yang telah diciptakan ini, dan sikap manusia terhadap manusia lainnya. Apakah hanya ketika kita mengenal manusia itu kita baik terhadapnya tetapi pada orang yang belum pernah kita kenal bersikap buruk kepadanya. 

Aku pernah menemui sebuah kasus yang nyata. Pada suatu ketika, ada pasangan suami istri yang sudah berumur paruh baya yang terlihat sedang kebingungan. Ketika itu aku sedang berdua berada di sebuah tempat di kota Yogyakarta, dan aku didekati oleh kedua orang itu. Mereka memulai perbincangan denganku, dan pada saat itu mereka menceritakan tentang harinya, dan bagaimana mereka bisa 'terdampar' disana. Mereka meminta tolong kepadaku, bahwa mereka tidak bisa pulang ke kediamannya yang berada di kabupaten Purworejo, padahal saat itu jam menunjukan sudah pukul 7.30 malam. Aku sempat berfikir, bahwa sudah selarut itu tidak ada angkutan umum yang melayani trayek Yogya-Purworejo selain bis antar kota antar provinsi yang melewati Purworejo, dan tentunya harga tiket yang dibayarkan lebih besar pula. Mereka meminta tolong untuk meminjamkan uang agar bisa pulang dengan membeli tiket bis AKAP tersebut sebesar 'uang rupiah berwarna biru' untuk dua orang tersebut. Aku sempat berfikir, bagaimana kalau kedua orang ini berniat untuk menipuku, dan sebaliknya aku merasa iba mendengar cerita mereka yang sudah cukup renta dan hanya berdua di kota ini. Ketika aku membuka dompetku hanya terdapat tiga lembar uang, satu lembar uang berwarna 'biru, satu berwarna 'coklat-kuning', dan satunya berwarna 'merah-ungu', Pikiran negatif itu selalu muncul, dan akhirnya aku hanya memberikan dua lembar uang selain warna biru tersebut lalu pergi meninggalkan mereka. Aku melihat raut muka yang cukup bahagia, setidaknya aku dapat meringankan beban mereka walaupun sedikit.

Mungkin sikap kebanyakan manusia terhadap manusia lainnya yang dapat dikatakan buruk dipengaruhi oleh pikiran buruk tersebut, dan tidak sedikit pula tentang pengalaman buruk yang pernah dialami oleh manusia tersebut. Tetapi ternyata tidak semua orang memiliki sifat seperti itu. Seperti yang aku alami sendiri, pada suatu ketika di suatu acara praktikum salah satu mata kuliah yang aku tempuh, terdapat acara ekskursi yang dimana acara tersebut tentang penelitian mencari sumber air dari suatu mata air yang muncul di daerah yogyakarta, tepatnya berada daerah wedomartani. Disana terdapat suatu mata air yang keluar secara alami dan ditampung pada suatu kolam, sehingga banyak yang memanfaatkannya untuk berenang dan mengairi lahan pertanian yang cukup luas disekitarnya. 

Dari acara ekskursi tersebut yang meneliti secara 2 hari berturut-turut, aku dan kelompokku mendapatkan jadwal di hari terakhir dengan waktu yang terakhir pula. Pada saat melakukan pengambilan data, aku meminjamkan kunci motorku kepada temanku, dan aku menitipkan telpon genggam milikku ke temanku yang lain. Setelah pengambilan data tersebut, aku berencana berenang di kolam penampungan yang airnya sangat jernih, tetapi akhirny hanya aku berdua saja yang pergi untuk berenang karena temanku yang lain harus mengembalikan alat-alat yang digunakan untuk mengambil data ke kontrakan asisten lab. Dua jam berlalu, aku dan temanku selesai berenang dan waktu menunjukan pukul 4, dan temanku itu langsung bergegas pulang karena akan pergi ibadah. Ketika aku mencari kunci motorku aku teringat bahwa kunci tersebut masih berada di temanku, dan telpon genggam yang aku punya ikut terbawa. Aku hanya membawa dompet yang berisi uang yang cukup untuk makan satu hari dan sepeda motor yang tidak berkunci. Aku seketika bingung, bagaimana cara untuk pulang.

Beruntung, masih terdapat orang baik di negeri ini. Atau memang hakekatnya orang sini baik semua. Aku ditanya mengapa aku berada sendirian oleh pemilik warung sekaligus penjaga umbul tersebut, sambil disuguhi makanan ringan dengan segelas teh hangat sebagai teman untuk menghalau dinginnya malam. Ketika mereka mungkin terlihat kekurangan, tetap saja dengan rela mereka memberiku dengan ikhlas, dan secara totalitas. Seperti meminjamkan handphonenya untuk menghubungi rekanku yang meninggalkanku, dan hingga menemaniku beberapa jam untuk menunggu temanku datang menjemputku.

Karena hal tersebut, aku terkesima, terbuka mataku bahwa hidup tak melulu soal uang. Mata batin yang telah tertutup oleh rakusnya kekuasaan, harta, dan mungkin wanita. Semua cara dihalalkan. Akan tetapi tidak semua orang bersifat seperti itu, kita tidak baik untuk menilai orang dari cara orang tersebut memandang kita. Karena sesungguhnya ketika uang tak lagi bisa dimakan, manusia baru akan sadar tentang kehidupan yang sesungguhnya.